20 April 2011

Teori Baru Punahnya Dinosaurus.

Pembaca yang budiman.
Dunia ilmu pengetahuan memberi tahu anda bahwa punahnya dinosaurus dikarenakan ada tabrakan meteor ke muka bumi yang menyebabkan kegelapan karena debu menutupi atmosfer sehingga sinar matahari tak dapat menembus bumi, Hal ini menyebabkan tumbuhan sebagai makanan pokok dinosaurus herbivora yang merupakan mangsa dinosaurus karnivora tak mendapatkan makanan dan banyak yang mati kelaparan. Hal ini jelas mempengaruhi sumber makanan dinosaurus karnivora.
Dalam tahap ini saya pusing baca tulisan saya sendiri.
Untuk lebih jelasnya maka kita lihat gambar di bawah ini:


Oke, baik. Kita kembali ke topik utama.

Para ahli mengatakan seperti itu. Namun, saya selaku mahasiswa paling berpengalaman dalam dunia dinosaurus mempunyai teori terbaru yang sudah pasti dapat dibuktikan secara asal.
Melalui penelitian yang saya lakukan selama 30 menit, saya menemukan teori baru kepunahan dinosaurus yang mencengangkan dunia.
Kalau saya umumkan kepada dunia internasional, jelas saya bakal dapet nobel. Dan saya bakal jadi orang Indonesia pertama yang dapat nobel. Tapi, dengan rendah diri saya tidak akan mengumumkannya di forum internasional. Jelas, karena akan membuat masalah saja. Hahaha

Oke.
Setelah meneliti selama 30 menit, saya menemukan fakta baru bahwa kepunahan dinosaurus disebabkan oleh: MEREKA SUSAH KAWIN!
Ya. Anda tidak salah baca. Susah kawin. Benar. Anda kaget? Saya pun kaget.

Tidak percaya pada teori ini?
Mari kita kaji lebih jauh.
Hal ini dimulai dengan dinosaurus herbivora yang merupakan mangsa dinosaurus karnivora.
Kita ambil contoh stegosaurus dan brontosaurus.



Anda lihat badan brontosaurus itu? Anda lihat? Ada yang janggal? Tidak ada memang. Tapi itu sangat besar. Bayangkan bagaimana mereka kawin!
Seperti layaknya hewan lain, dinosaurus kawin dengan gaya anjing. Uh.. Maksud saya doggy style gitu lah. Yang laki nomplok si cewe dari belakang.
Dengan bobot yang hampir berpuluh-puluh ton, ketika kawin maka akan sangat memberatkan dinosaurus betina karena ketomplok badan yang segede gaban.  Bukannya kawin, malah yang ada tomplok-tomplokan yang akhirnya si cewe malah mati kegencet. Sungguh ironis.
Perkawinan yang seharusnya sakral malah menjadi bencana yang menyedihkan.
Ana nangis? Jangan dong.

Kemudian kita lihat stegosaurus.



Lihat duri-duri  di punggung dan ekor mereka?
Setali tiga uang dengan brontosaurus bahwa ketika kawin, stegosaurus harus berdarah darah karena ketusuk duri pasangannya. Sungguh ironis dan kasihan.

Dengan kasus ini maka populasi mereka sebagai sumber makanan t-rex pun hilang. T-rex gak ada makanan lagi. Maka punahlah dinosaurus.

Sekian.

08 April 2011

Saya Kembali!!!

Apa kabar sodara ku dari Sabang sampe Merauke??!!!

Lama nian tak jumpo. Hahaha.
Eniwe, udah lama banget ya gue ga update.  Maklum, gue kan mahasiswa sibuk. *cuih preet*

Banyak banget yang pengen gue ceritain. Belakangan ini gue sering ikutan acara-acara yang biasanya jarang gue ikutin.  Guess what! Gue ketemu banyak orang yang akhirnya ngebuka pandangan gue. *ini bahasanya kok ribet amat ya?*

Misalnya ini: